Jumat, 28 September 2012

CONTOH LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER


 
1.  PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru

  1. Menyiapkan peserta  didik secara psikis dan  fisik  untuk  mengikuti  proses pembelajaran;
  2. Mengajukan    pertanyaan-pertanyaan    yang    mengaitkan    pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  3. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
  4. Menyampaikan  cakupan  materi  dan  penjelasan  uraian  kegiatan  sesuai silabus.

Contoh alternatif :

  1. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
  2. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
  3. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
  4. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
  5. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
  6. Memastikan  bahwa  setiap  siswa  datang  tepat  waktu  (contoh  nilai  yang ditanamkan: disiplin)
  7. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli)
  8. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i.         Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD

2.  KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :
a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)

  1. Melibatkan  peserta  didik  mencari  informasi  yang  luas  dan  dalam  tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir logis, kreatif, kerjasama)
  2. Menggunakan  beragam  pendekatan  pembelajaran,  media  pembelajaran,  dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik  serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
  4. Melibatkan  peserta  didik  secara  aktif  dalam  setiap  kegiatan  pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
  5. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)
b.  Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta  sikap  lebih  lanjut  melalui  sumber-sumber  dan  kegiatan-kegiatan  pembelajaran lainnya sehingga pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan dalam.)

  1. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas- tugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif, logis)
  2. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
  3. Memberi  kesempatan  untuk  berpikir,  menganalisis,  menyelesaikan  masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis)
  4. Memfasilitasi  peserta  didik  dalam  pembelajaran  kooperatif  dan  kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
  5. Memfasilitasi  peserta  didik  berkompetisi  secara  sehat  untuk  meningkatkan prestasi   belajar   (contoh   nilai   yang   ditanamkan:   jujur,   disiplin,   kerja   keras, menghargai)
  6. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  7. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  8. Memfasilitasi  peserta  didik  melakukan  pameran,  turnamen,  festival,  serta produk  yang  dihasilkan  (contoh  nilai  yang  ditanamkan:  percaya  diri,  saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  9. Memfasilitasi  peserta  didik  melakukan  kegiatan  yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

c. Konfirmasi  (peserta  didik  memperoleh  umpan  balik  atas  kebenaran,  kelayakan,  atau keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)

  1. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat,  maupun  hadiah  terhadap  keberhasilan  peserta  didik  (contoh  nilai  yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
  2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi  peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
  3. Memfasilitasi  peserta didik melakukan refleksi  untuk  memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan)
  4. Memfasilitasi  peserta  didik  untuk  lebih  jauh/dalam/luas  memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a. Berfungsi  sebagai  narasumber  dan  fasilitator  dalam  menjawab  pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b. Membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c.  Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);
d.  Memberi   informasi   untuk   bereksplorasi   lebih   jauh   (contoh   nilai   yang ditanamkan: cinta ilmu); dan
e.  Memberikan   motivasi   kepada   peserta   didik   yang   kurang   atau   belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

3. PENUTUP
Dalam kegiatan penutup, guru:
a.Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b.  Melakukan  penilaian  dan/atau  refleksi  terhadap  kegiatan  yang  sudah  dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui kelebihan dan kekurangan);
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d.  Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e.   Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan lebih intensif selama tahap penutup.

  1. Selain simpulan yang terkait dengan  aspek pengetahuan, agar peserta didik difasilitasi   membuat   pelajaran   moral   yang   berharga   yang   dipetik   dari pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang  telah dilaluinya untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.
  2. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
  3. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang ditunjukkan oleh siswa.
  4. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai karya orang lain dan rasa percaya diri.
  5. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.
f.        Berdoa pada akhir pelajaran.

Faktor lain yang perlu diperhatikan:

  1. Guru harus merupakan seorang model dalam karakter. Dari awal hingga akhir pelajaran, tutur kata, sikap, dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilai- nilai karakter yang hendak ditanamkannya.
  2. Guru harus memberikan reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang dikehendaki dan pemberian punishment kepada mereka yang berperilaku dengan karakter  yang  tidak  dikehendaki.  Reward  dan punishment  yang  dimaksud  dapat berupa ungkapan verbal dan non verbal, kartu ucapan selamat (misalnya classroom award) atau catatan peringatan, dan sebagainya. Untuk itu guru harus menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selama proses pembelajaran.
  3. Hindari mengolok-olok siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. Pada sejumlah sekolah ada kebiasaan diucapkan ungkapan Hoo … oleh siswa secara serempak saat ada teman mereka yang terlambat dan/atau menjawab pertanyaan atau bergagasan kurang berterima. Kebiasaan tersebut harus dijauhi untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab, empati, kritis, kreatif, inovatif, rasa percaya diri, dan sebagainya.
  4. Guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat, karya, dan/atau sikap siswa.
  5. Guru menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ‘hati’. Dengan cara ini sikap-sikap saling menghargai dan menghormati, kritis, kreatif, percaya diri, santun, dan sebagainya akan tumbuh subur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar